Saturday, January 27, 2018

Lionel Messi Tak Akan Dijual Barcelona, Tapi Neymar Bisa ke MU


Lionel Messi akan tidak sempat di jual Barcelona, namun masalah berlainan dapat berlangsung pada Neymar. Menurut Joan Laporta, bekas presiden Barca, Neymar mungkin saja saja satu waktu kelak dilego ke MU bila club Catalan kehabisan uang untuk memperoleh pemain bintang. Apakah benar ramalan Laporta?

Gosip kepindahan Lionel Messi selalu berembus dari musim ke musim. Banyak yang menghubungkan La Pulga ke PSG. Tetapi terakhir, dengan kemampuan uang beberapa club Premier League, isu juga diarahkan ke pertandingan itu. MU, Manchester City, serta Chelsea disebut-sebut dapat penuhi prasyarat klausul pemutusan kontrak Messi yang menjangkau 250 juta Euro.

Menurut Joan Laporta, yang barusan kalah dalam persaingan perebutan kursi presiden Barcelona Juli lantas, “Messi akan tidak sempat meninggalkan Barca. Ia yaitu sisi dari emblem serta hati kita. ”

“Ketika masih tetap jadi presiden, saya terima banyak proposal (untuk jual Messi ke club beda). Terlebih Inter, yang menginginkan membayar klausul pemutusan kontrak Messi. Namun, saya senantiasa menampik. ”

Walau Lionel Messi ditanggung Joan Laporta akan tidak kemana saja, tidak sekian untuk Neymar. Menurut Laporta, semuanya bintang terkecuali Messi, mungkin di jual setiap saat oleh Barca. Terlebih dengan keadaan ekonomi Barcelona yang menurut dia tidak baik.

“Untuk masalah Neymar, lain. Kondisi ekonomi Barcelona tidak bagus. Tapi, presiden sekarang ini (Josep Maria Bartomeu), untuk menyeimbangkan buku keuangan, mesti jual pemain atau aset. Jalan keluar termudah yaitu, jual pemain bintang. ”

“Ada perbincangan mengenai proposal Manchester United (pada Neymar). Tapi semuanya berlangsung karna pengelolaan yang jelek dari kepemimpinan yang saat ini, ” papar Laporta yang nampaknya masih tetap menginginkan mencalonkan diri jadi presiden Barcelona.

Hasil Copa del Rey 2015 Tadi Malam: Villanovense vs Barcelona 0-0, Mandul Tanpa Trio MSN


Hasil Copa del Rey 2015 barusan malam pada Villanovense vs Barcelona selesai dengan score imbang tanpa ada gol 0-0. Perjudian Luis Enrique yg tidak membawa Luis Suarez serta Neymar sesudah kehilangan Lionel Messi, mesti ditebus dengan score Barca vs Villanovense yang hanya kacamata. Masih tetap ada leg ke-2 sesi 32 besar Copa del Rey di Camp Nou untuk Barca singkirkan sang tim Segunda Division B.

Barcelona turunkan tim yang seutuhnya pemain cadangan dalam lawatan ke Estadio Romero Cuerda pada Kamis (29/10). Bahkan juga Adriano ditempatkan jadi sayap kiri. Sesaat Wilfrid Kaptoum dipasang jadi gelandang serta Douglas melakukan kiprahnya musim ini di bidang bek kanan. Dengan pemain yang campur aduk, Barcelona tetaplah dapat kuasai kondisi, namun kehilangan gigi mereka.

Villanovense vs Barcelona 2

Formasi dadakan Luis Enrique kurang ampuh untuk menggempur Villanovense yang memperoleh support penuh dari pendukung mereka yang terbatas. Victor Pingu jadi pemain paling mematikan untuk tuan-rumah. Disamping itu, percobaan kapten Angel Pajuelo yang hanya tidak tebal diatas gawang Jordi Masip menyebabkan rasa yakin diri untuk rekanan satu tim.

Sesi pertama selesai imbang tanpa ada gol, dengan dua kesempatan masak untuk semasing tim. Munir El Haddadi harusnya dapat cetak gol untuk tim tamu di menit 31. Ia merebound sepakan Marc Bartra yang terblok pertahanan tuan-rumah. Tetapi peluang itu terbang demikian saja. Demikian sebaliknya, tandukan Javi Sanchez menyongsong sepak sudut menyentuh sisi atas mistar gawang.

Villanovense vs Barcelona 1

Paruh ke-2, Barcelona tampak lebih yakin diri. Tetapi bukanlah bermakna Villanovense menyerah. Mereka berupaya menyeimbangi kemampuan Barcelona secara teratur melepas tiga pemain cadangan. Kondisi makin lebih buruk untuk Barca yang mulai kehabisan saat. Peluang emas baru datang di menit 86.

Cristiano Ronaldo Egois & Tak Bisa Jadi Penyerang Tunggal!

Cristiano Ronaldo Egois & Tak Bisa Jadi Penyerang Tunggal!
Cristiano Ronaldo Egois & Tak Bisa Jadi Penyerang Tunggal!

Cristiano Ronaldo egois serta akan tidak dapat jadi penyerang tunggal. Sekian yang di sampaikan oleh pelatih timnas Portugal, Fernando Santos. Tetapi, Santos juga menyatakan, keegoisan CR7 tersebut yang membawa sang bintang jadi pemain paling baik dunia masa ini.

Belum genap tujuh musim di Real Madrid, Cristiano Ronaldo telah menyandang titel top score club selama hidup. Diluar itu, CR7 juga adalah pemenang Sepatu Emas Eropa dalam dua musim paling akhir. Ballon d’Or 2013 dan 2014 ada juga dalam genggaman tangannya. Menurut Fernando Santos, hal semacam ini tidak lepas dari keegoisan Ronaldo.

Ia menjelaskan pada AS, “Ketika saya melatih Cristiano di Sporting Lisbon, ia masih tetap berumur 18 th.. Ia orang yang sama dengan saat ini : pemenang alamiah. Ia mempunyai egoisme dalam pojok pandang yang pas, seperti hasrat selalu untuk menang, hasrat untuk jadi yang paling baik. ”

“Apakah egoisme sesuai sama itu jelek? Saya fikir, tidak. Cristiano dapat jadi yang saat ini karna egoisme yang sesuai sama itu. Saya tidak sempat lihat Cristiano geram karna timnya menang, sesaat ia tidak cetak gol. ”

Menurut Fernando Santos, untuk jadi yang paling baik, Cristiano Ronaldo tidak perlu berkompetisi dengan siapa juga. Ronaldo yaitu type orang yg tidak sempat senang dengan keadaannya sekarang ini, serta percaya senantiasa dapat berkembang tambah baik. Bahkan juga CR7 tidak menguber persaingan perebutan dengan Lionel Messi.

Santos memberikan, “Yang buat Cristiano jadi pemain yang tambah baik yaitu, pertarungannya melawan sendiri. Saat saya berjumpa dengannya di Sporting Lisbon pertama kalinya (2003), waktu itu belumlah ada nama Lionel Messi. ”

“Cristiano mempunyai potensi mengagumkan untuk sejajar dengan Eusebio (legenda Portugal). Sempat saya berkata padanya, Cristiano agak lemah dalam duel udara. Hari selanjutnya, ia melatih tandukan berulang-kali (untuk melakukan perbaikan kekurangannya). ”

Untuk Fernando Santos, Cristiano Ronaldo juga miliki tempat unik yang disebut paduan pada pemain sayap serta penyerang. CR7 tidak dapat cuma diletakkan jadi nomor 7 atau 11, serta mustahil cuma bertindak jadi nomor 9.

“Cristiano Ronaldo akan tidak sempat jadi penyerang tengah, nomor sembilan tradisionil yang hanya cetak gol di areal penalti. Ia juga bukanlah pemain sayap classic seperti Luis Figo. Cristiano lebih beresiko saat ia menusuk dari sayap ke tengah. ”